26 Mei 2009

Sang Pemaaf


Ketika Mandela Di penjara selama hampir 28 tahun, beliau sering mendapat siksaan. Oleh para sipir, dia selalu dihina, diejek, tak jarang diperlakukan kasar secara fisik. Tak lama, setelah menjadi presiden, Mandela kembali mengunjungi penjara di mana dia pernah ditahan. Sipir-sipir yang dahulu berlaku kasar pada Mandela begitu ketakutan ketika berhadapan dengan Mandela. Lalu, Mandela berbicara dengan mereka, "Kamu dahulu yang pernah menyiksa aku. Aku masih mengingatnya dan tak mungkin aku lupakan. Di keningku, mataku, pipiku, badanku, punggungku, kakiku, kamu pernah menghajarnya ( sambil menunjuk tempat-tempat tersebut ). " Sipir-sipir tersebut makin ketakutan. Kemudian, Mandela menepuk pundak mereka sambil tertawa dan berkata "Tetapi aku sudah memaafkannya dan tidak akan membalasnya."

Sepenggal kisah di atas merupakan bukti otentik, bahwa jika ada orang yang selalu bekerja untuk perdamaian dan keadilan sosial dengan kesabaran serta keteguhan hati yang tinggi, maka tokoh yang menonjol sebagai pemimpin dunia nan cemerlang tersebut adalah Nelson Mandela. 
Di Afrika Selatan, pria bernama lengkap Nelson Rolihlahla Mandela ini dikenal pula dengan nama Madiba, sebuah gelar kehormatan yang diberikan tetua suku kepada Mandela. Gelar tersebut kemudian menjadi sinonim bagi Nelson Mandela. Nama Nelson sendiri merupakan pemberian seorang guru.

Nelson adalah tokoh yang menentang politik apatheid. Dia mengatakan sebelum masuk penjara, beliau adalah orang yang begitu keras kepala, emosional dan mudah tersinggung. Namun, setelah keluar penjara dia menjadi orang yang berimbang, disiplin dan dewasa. Mandela sering menyebut Mahatma Gandhi sebagai sumber inspirasi utama dalam kehidupannya, baik dari filosofi anti kekerasannya maupun dari cara Mahatma Gandhi menghadapi berbagai permasalahan yang menimpa dengan cara-cara yang terhormat.
Sewaktu pria kelahiran Juli 1918 ini berada di penjara, cita-cita utama Mandela adalah membawa perdamaian kepada mayoritas orang kulit hitam di Afrika Selatan dan menberi mereka hak asasi manusia untuk mengikuti pemilihan umum.
Dalam berjuang, Mandela selalu melakukannya dengan sepenuh hati, bahkan dalam sebuah pidatonya, Mandela mengatakan siap memberikan nyawanya demi perjuangan yang tengah ia lakukan. " During my lifetime I have dedicated myself to the struggle of the African people. I have fought againt white domination. I have cherished the ideal of a democratic and free society in which all person live together in harmony and with equal oppurtunities. It is an ideal for which I am prepared to die"

Harapan Mandela terkabul pada tanggal 27 April 1994, saat pemilihan umum demokratis pertama di Afrika Selatan.  Pada waktu itu, ia dilantik menjadi presiden kulithitam pertama Afrika Selatan untuk mewakili Konggres Nasional Afrika. Mandela kemudian melanjutkan koordinasi transisi yang berjalan tenang kepada anggota konggres demokrasi di negranya. Dirinya hanya menjabat 1 periode. Pada tahun 1999, beliau menyerahkan tonggal kepemimpinannya kepada Thabo Mbeki. Ini membuktikan bahwa beliau mempunyai jiwa besar.

Mandela telah mendaptkan penghormatan internasional atas perannya dalam menciptakan perdamaian untuk negara dan rakyat Afrika Selatan melalui kepemimpinannya. Juru bicara Amnesti Internasional Bill Shipsey mengatakan: "Mandela, melalui perjuangan dan kemenangannya atas apartheid, menunjukan kepada dunia bahwa tidak ada masalah yang terlalu sukar untuk diselesaikan." 
Selama empat dekade terakhir, Mandela telah mendapatkan lebih dari 100 penghargaan. Pada tahun 1993, ia adalah penerima Nobel Perdamaian dan terakhir mendapat Penghargaan Duta Hati Nurani 2006 dari Amnesti Internasional. Mandela menerima penghargaan bergengsi ini sebagai satu langkah menuju penghapusan ketidakadilan di seluruh dunia.
Nelson Mandela pensiun pada tahun 1999 dan tetap berperan sebagai negarawan senior yang banyak mencurahkan waktunya untuk isu hak asasi manusia serta penanganan epidemi AIDS. Berkat keteladanannya, hingga sekarang, suaraMandela tetap didengar oleh dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar